10 Oleh-oleh Khas Semarang yang Paling Terkenal

Semarang yang yaitu ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu memperoleh sederet alasan mengapa Anda mesti mengunjunginya. Semarang jadi satu diantaranya kota pada Indonesia dengan keragaman budaya Jawa juga Tionghoa yang mampu hidup berdampingan dengan harmonis.

Sudah senang berkeliling semarang? Telah mencicipi aneka kuliner lezatnya? Jangan pulang dulu! Beli 10 oleh-oleh khas Semarang berikut itu supaya keluarga dalam rumah dengan berhasil menikmati Kota Lumpia tersebut sejenis semacam Kamu:

1. Lumpia

Menggunakan lumpia langsung pada kota asalnya sungguh mampu menimbulkan sensasi tersendiri. Setiap gigitannya yang renyah juga isi rebung ayam manis gurih sukses menjadi menciptakan Anda tak lelah mengunyah. Bagaimana dengan keluarga pada rumah? Pulang juga meraih lumpia bakal jadi satu strategi Kamu memperlihatkan jika Kita selalu mengingat merekapun ketika berlibur menuju Semarang.

Tak sulit memperoleh lumpia merupakan oleh-oleh. Anda berhasil menemukan lumpia di semua penjuru Kota Semarang. Namun, ada baiknya Anda membeli langsung dari tempat asli pada mana resep lumpia diciptakan. Ikutlah ke Gang Lombok yang berada dalam kawasan pecinan Semarang. Dalam sini, Kamu bisa merekrut lumpia yang dikemas dalam besek atau kotak yang terbuat dari bambu. Lumpia pada sini tetap memakai resep asli yang dipertahankan melalui turun temurun.

2. Roti Ganjel Rel

Mendengar namanya mungkin Anda mengerutkan dahi, aneh ya? Tetapi tenang saja, meski namanya aneh, tapi roti ini mempunyai rasa khas yang istimewa. Roti ini terbuat dari tepung tapioka, santan, air nira, gula serta kayu manis sebagai penambah aroma sedap. Adalah pemanis tampilan, roti ditaburi wijen.

Tekstur roti yang sengit serta warnanya yang coklat membuat warga setempat menyamakannya dan bantalan rel kereta api. Menjadi, Kamu akrab sekarang dari mana nama roti itu berasal. Menurut ahli kesehatan, tekstur yang keras ini membuat roti ganjel rel baik untuk kesehatan.

Roti ganjel rel ialah sajian mesti di acara ‘dugderan’ atau pawai sebelum bulan puasa. Dalam hari akrab, Kamu akan sedikit kesulitan menemukan roti ini pada pangsa pasar. Tapi bukan perlu risau, di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, terdapat toko yang mengadakan roti ini untuk disabet pulang adalah oleh-oleh.

3. Kenal Bakso

Suka minum teh di sore hari? Aktifitas minum teh biasanya butuh camilan. Nah, akrab bakso khas Semarang mampu menjadi teman rileks minum teh di sore hari. Rasanya yang gurih, selalu nikmat di sajikan hangat dengan disantap serta cabe rawit. Terdapat dua ragam tahu bakso adalah kenal bakso goreng juga tahu bakso rebus. Tidak butuh bertanya mana yang makin enak, sebab keduanya memang sama-sama lezat.

Akrab bakso tersebut tak akan sepopuler seperti sekarang bahwa tak karena Bu Pudji, satu warga Unggaran. Dalam musim 1995, ia memulai usahanya dengan menjajakan tahu bakso buatannya menuju kantor-kantor pemerintahan yang ada di Unggaran juga Semarang. Dikarenakan dominan yang menggilai jajanan itu, Bu Pudji sehingga mencetak akrab bakso sebagai ladang bisnisnya. Saat ini, tahu bakso tidak ribet ditemui di segala toko oleh-oleh khas Semarang, terutama pada Cara Pandanaran.

4. Mochi / Moaci Gemini

Kue mochi yang diperhatikan dari dari negeri seberang, dewasa ini jadi oleh-oleh khas Semarang. Mochi atau moaci yang terkenal sebagai Moaci Gemini yang letaknya pada Jalan Kentangan Barat 101, Semarang.

Moaci terbuat dari tepung adonan tepung ketan yang di dalamnya berisi kacang cincang juga gula. Tampilannya yang bulat kecil minor dan kenyal juga taburan wijen pastinya bakal menyenangkan siapa pun yang melihatnya. Moaci Gemini dibuat tanpa bahan pengawet dengan tahan setelah satu pekan.

5. Bandeng Juwana

Fans olahan ikan wajib mampir ke Bandeng Juwana Erlina yang beralamat dalam Tindakan Pandanaran 57 dan Alternatif Pamularsih 70, Semarang. Pada sini, Anda seperti masuk menuju surga aneka olahan ikan bandeng lezat. Berbagai olahan bandeng yang sukses Kita bawa pulang pada antaranya bandeng duri lunak, bandeng asap juga otak-otak bandeng.

Selain bandeng yang diperoleh pulang, Anda serta berhasil memakai sajian khas Bandeng Juwana Erlina di warung makannya yang letaknya dalam lantai dua. Anda sukses mencicipi sate bandeng, bandeng tauco dan serta gudeg bandeng.

6. Wingko Babat

Wingko Babat sungguh tidak jajanan khas Semarang, tetapi asal dari hal kecamatan pada Lamongan adalah Babat. Jajanan berbentuk bulat di berbagai ukuran dan rasa legit itu sangat banyak digandrungi pelancong yang asal ke Semarang. Perpaduan rasa yang dihasilkan dari kelapa muda pilihan dan gula mencetak wingko mempunyai rasa khas yang lezat.

Satu diantaranya wingko yang populer dalam Semarang merupakan Wingko Babat Cap Kereta Api yang berlokasi pada Tindakan Cenderawasih 14, Semarang. Dari sini lah wingko mulai dikenalkan tetapi Nyonya Mulyono datang Babat serta menetap pada Semarang. Awalnya wingko dijual dalam sekitaran Stasiun Tawang, sesuatu itu pula yang jadi alasan penamaan wingko dagangannya.

7. Brillian Super Cake

Roti Brillian atau Brillian Super Cake jadi oleh-oleh khas selanjutnya yang dominan diburu pelancong. Roti tersebut dapat Kita dapatkan pada Istana Brillian yang terletak dalam Jalan Simpang 5, Semarang.

Roti Brillian dibangun dari bahan pilihan unggulan dan menikmati resep kuno yang tetap terjaga keasliannya. Nikmati beragam varian rasanya sejak dari keju, coklat, almond dengan kismis. Tidak perlu pikir panjang seandainya mau merekrut roti itu merupakan oleh-oleh pulang ke rumah. Roti ini dapat tahan berhari-hari sebab proses pengemasannya yang baik akhirnya tak berubah rasa meski Anda bawa pulang ke rumah.

8. Kaos Costa Brava van Java

Berhasrat oleh-oleh yag makin awet? Beli saja kaos khas Semarang juga brand label Costa Brava van Java. Meski namanya terdengar asing, tetapi kaos tersebut asli buatan anak Semarang. Costa Brave sebagai hal kota pantai cantik yang ada di Eropa. Dengan prioritas mengenang kota cantiknya, penjajah dalam Semarang pun menjuluki kota itu dengan nama ini.

Kaos Costa Brava van Java itu memiliki formasi unik dan fresh buatan anak muda Semarang. Segala formasi di antaranya merupakan gambar Simpang Lima dengan Lawang Sewu. Selain kaos, tersaji serta aksesoris lain semacam mug, gantungan kunci juga tas. Anda mampu berasal menuju kantornya di Alternatif Tlogosari III No. 32A, Tembalang, Semarang, atau berhasil memesannya membuka dunia maya.

9. Batik Semarangan

Siapa jelas sekedar Yogyakarta yang punyai batik khas? Semarang begitu juga mempunyai batik khas yang cukup unik. Batik semarang memperoleh motif berbeda dari batik yang lain. Motif batik Semarangan tersebut ialah gambaran dari landmark khas kota, misalnya Gereja Blenduk, Lawang Sewu serta Tugu Muda.

Untuk mendapatkan batik khas itu, Kita bisa datang ke Kampung Batik Semarang yang berlokasi dalam Tindakan Batik. Di sini, Kita tak sekedar dapat merekrut, tapi dan melongok proses pembuatan dengan dan ikut belajar membatik.

10.. Beragam Oleh-oleh pada Kampoeng Semarang

Masih bingung ingin membeli apa sebagai oleh-oleh? Berasal saja ke Kampoeng Semarang yang letaknya dalam Jalan Raya Kaligawe No. 96. Juga tagline ‘One Stop Leasure’, Kampoeng Semarang menjadi lokasi yang cocok demi Kamu berburu oleh-oleh di satu lokasi.

Dalam sini, Anda dapat menemukan beragam jajanan juga kerajinan khas Semarang yang yaitu hasil produksi dari UKM-UKM terbak dalam Semarang. Jika lapar, Kita cukup ke restoran yang juga berada pada kawasan yang sebanding.

PEMANDIAN TIRTA BUDI Blue Lagoon-nya Sleman

Sudah sejak berpuluh-puluh tahun silam, warga Desa Dalem, Widodomartani hidup berkelimpahan air. Tiga buah mata air yang tak pernah kering menjadi tumpuan hidup mereka, Sendang Wadon (putri), Belik Kluwih dan Sendang Lanang (putra). Ketiga sendang tersebut berada di daerah aliran Kali Tepus. Sendang Wadon yang merupakan tempat pemandian para wanita, berada di dalam sebuah bilik dan berupa kolam kecil. Sementara itu, Belik Kluwih dan Sendang Lanang hadir dalam bentuk pancuran dengan air yang berasal dari dinding tepi kali. Air Belik Kluwih berkumpul dan membentuk sebuah kedung, sementara itu Sendang Lanang membentuk kolam kecil. Kedung inilah yang akhirnya dijuluki sebagai Blue Lagoon.

Sebetulnya, nama resmi pemandian ini adalah Pemandian Tirta Budi. Namun, anak-anak muda sudah terlanjur mengenalnya dengan nama Blue Lagoon lantaran airnya yang jernih dan biru. Meskipun mungil dan jauh berbeda dengan Blue Lagoon yang ada di Iceland, pemandian ini tetap saja unik dan mampu menarik perhatian banyak orang. Sehingga tak heran bila pemandian ini jadi kondang seantero Jogja dan ramai dikunjungi terutama ketika akhir pekan dan hari libur.

Untuk mencapai Pemandian Tirta Budi ini tidaklah sulit. Jika kita datang dari arah Jogja kota, langsung saja arahkan kendaraan ke Jalan Kaliurang. Sesampainya di kilometer 13, kita akan menemukan pertigaan Jalan Raya Besi-Jangkang di sebelah kanan jalan. Belok dan ikuti saja jalan raya ini hingga sampai di Pasar Jangkang. Dari pertigaan Pasar Jangkang, ambil arah kanan sekitar 100 meter dan ikuti petunjuk arahnya. Maka kita akan sampai di Blue Lagoon ini.

Pada musim penghujan, kedung ini akan menyatu dengan aliran air Kali Tepus yang mengakibatkan efek birunya menghilang. Meskipun demikian, tak perlu berkecil hati, kita tetap bisa berwisata air di sini. Pinjam saja pelampung dan ban yang disewakan oleh Pokdarwis Blue Lagoon dan cobalah meluncur dari sebuah bendungan kecil di ujung kali. Menjajal terapi pijat dari pancuran tinggi di sebelah Sendang Lanang pun tak kalah menariknya. Arahkan punggung atau bagian tubuh lain yang terasa pegal dan biarkan air yang memancur memijat kita.

Lelah bermain air, menikmati nasi kucing dan teh hangat sambil bersantai di gazebo-gazebo bambu karya warga sekitar menjadi pilihan yang lebih menyenangkan dibandingkan langsung pulang. Suara gemericik air, suara cicit burung dan angin yang menggesek daun-daun bambu adalah melodi alam yang mungkin sudah jarang ditemukan. Jika beruntung, kita juga dapat melihat anak-anak kecil setempat “beratraksi” ketika menceburkan diri ke air. Mereka terkadang dengan spontan melakukan gerakan backflip dan tak jarang pula berenang sambil berlomba mencari dan mengambil kelereng yang dilemparkan ke dalam sungai.

Ketika berkunjung ke Blue Lagoon, sebenarnya tak hanya sensasi segarnya bermain air dan berwisata sungai saja yang dapat kita nikmati. Pasalnya, Desa Dalem yang kini juga dikenal dengan nama Desa Wisata Blue Lagoon ini pun memberi kesempatan kita untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sekitarnya. Jadi, jika bosan dengan suasana kota, coba saja untuk live in di sini dan berbaur bersama warga. Tinggal di homestay, mencicipi sego wiwit, es dung-dung hingga belajar membatik pasti menyenangkan.

Mengunjungi Tempat Wisata Pura Mayura di Lombok

Pura Mayura merupakan tempat yang memiliki asal usul sejarah yang banyak terdahulu, serta wisata ini juga termasuk jenis pura dengan memiliki taman yang asri dan sejuk. Dahulu juga nama ini bernama pura Kelepug yang asalnya dari sebuah air dari atas yang mengalir hingga ke bawah dengan bunyi keplug.. keplug.. ? akan tetapi nama tersebut sudah di ganti namanya dari nama terdahulu dengan nama sekarang ini.

Pura mayura
Pura mayura

Banyak yang mengatakan memang Pura ini dengan sejarah mengatakan telah di bangun oleh sang Raja dari Bali yang bernama Raja A.A Karangasem, waktu yang di bangun sang Raja tersebut sangatlah lama hanya nenek moyang kita terdahulu yang dapat mengetahuinya. Sang Raja A.A Karangasem dahulu mendirikan Pura Mayura ini sekitar tahun 1866, lama sekali memang kalau kita mengetahui dari waktu tersebut.

Ini ada sedikit pengetahuan saja untuk kita semua, bahwa Wisata Lombok yaitu Pura Mayura ini juga di ambil dari bahasa Sansekerta dengan artinya yaitu hewan merak, asal usul memang mengatakan dahulu di desa terdekat jika memelihara hewan ternak telah di ganggu ular yang jahat sehingga penduduk di haruskan memelihara di pura tersebut yang sudah di jaga.

Pura mayura lombok
Pura mayura lombok

Nah untuk kita lebih paham serta ada apa saja yang terdapat di Pura Mayura Lombok ini, ayo mari kita bersama-sama menyimak yang dapat di paparkan penulis ini. tentang Mengunjungi Tempat Wisata Pura Mayura di Lombok berikut :

  • Sebagai Acara Keagamaan. Objek wisata ini memang bisa di bilang wisata religi oleh umat yang beragama Hindu, dengan Pura yang memiliki area yang luas serta juga dari suasana indah pula. Suasana dari pura Mayura tersebut sangatlah sejuk karena taman yang memiliki tumbuhan hijau hidup di daerah sana, tempat ini juga di sucikan pula oleh masyarakat sana karena alasanya juga sebagai tempat beribadatan umat Hindu.
  • Memiliki Taman Yang Luas. Wisata Pura Mayura ini juga di jadikan tempat wisata, dengan mempunyai keasrian tumbuhan yang hidup di sana untuk di jadikan selfie. Memang banyak kalau sekedar berfoto pada taman-taman biasa, akan tetapi di sini juga kita bisa mengambil dari jarak dekat sebuah pintu pura yang kuno dan memberikan kesan pada zaman kerajaan. Wisata ini di buka untuk umum jika pura tersebut ada acara keagamaan maka akan di tutup.
  • Tempat dan Lokasi. Untuk kita mengunjungi ke sebuah tempat seperti Pura Mayura ini lokasinya sangatlah strategis dari kota kita membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dan dekat dengan sebuah pertokoan, anda juga bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai disana.

Itulah tentang Mengunjungi Tempat Wisata Pura Mayura di Lombok , semoga informasi ini memberikan informasi yang dapat memberikan wawasan serta untuk memudahkan anda pada wisata yang ada di Lombok.

KALIURANG Plesir ala Nyonya dan Meneer

Pada awal era ke-19, beberapa pakar geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta, punya maksud mencari tempat peristirahatan untuk keluarganya. Mereka menyusuri lokasi utara yang disebut dataran tinggi. Sesampainya di Kaliurang yang ada di ketinggian 900 mtr. dari permukaan laut, beberapa ” meneer ” itu kagum dengan keindahan serta kesejukan alam di kaki gunung itu. Mereka pada akhirnya bangun bungalow-bungalow serta mengambil keputusan lokasi itu juga sebagai tempat peristirahatan mereka.

Perjalanan menuju kaliurang dari arah Jogja bakal mengingatkan kita pada lukisan panorama waktu masih tetap di taman kanak-kanak. Suatu gunung dengan jalan di tengahnya dan hamparan hijau yang membentang di ke-2 sisinya dihiasi dengan rumah masyarakat, bakal menyingkirkan capek dalam bingkai lukisan alam.
Diselimuti angin yang berhembus sejuk, bahkan juga di waktu mentari pas diatas kepala, kesejukan itu masih tetap merasa. Hawa yang menari melalui pohon-pohon serta turun dengan gemulai, berikan rasa fresh saat menimpa badan.

Panorama Gunung Merapi berikan sensasi sendiri di lokasi ini. Seperti seseorang gadis desa yang tutup tabirnya apabila berniat di perhatikan, gunung ini bakal tertutup kabut seakan malu apabila berniat datang untuk melihatnya.
Menyusur segi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 mtr., meniti perjalanan lintas alam, lewat jalan tanah yang diapit pohon-pohon serta lereng rimbun, jejeran 22 gua peninggalan Jepang jadi salah satu kekhasan wisata alam Kaliurang.

Di samping keindahan alamnya, Kaliurang juga memiliki sebagian bangunan peninggalan histori. Salah satunya yaitu Wisma Kaliurang serta Pesangrahan Dalam Ngeksigondo punya Kraton yang pernah digunakan juga sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu yang beberapa bangunannya ada dibawah tanah. Museum ini menguak misteri kebudayaan serta nilai-nilai histori Jawa, terlebih yang terkait dengan putri Kraton Yogyakarta serta Surakarta pada era ke-19.
Lokasi Rekreasi Keluarga

Berjarak 28 km. dari pusat kota Yogyakarta, Kaliurang saat ini jadi suatu lokasi wisata alam serta budaya yang memikat, dan jadi tempat yang mengasyikkan untuk rekreasi keluarga.
Bersantai dengan keluarga, orangtua dapat bersantai sembari mengawasi anak-anak bermain di Taman Rekreasi Kaliurang. Didalam taman seluas 10. 000 mtr. persegi anak-anak dapat bermain ayunan, perosotan, atau berenang di kolam renang mini. Diluar itu di taman yang dihiasi oleh patung jin ala cerita 1001 malam serta sebagian type hewan ini, anak-anak dapat juga bermain mini car atau masuk mulut patung seekor naga yang membuat lorong kecil serta selesai dibagian ekornya.

Seputar 300 mtr. ke arah timur laut dari taman rekreasi ada Taman Wisata Plawangan Turgo. Di lokasi taman wisata ini ada kolam renang Tlogo Putri yang airnya datang dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Bermain ayunan atau bercanda berbarengan keluarga di taman bermain yang ada didalam taman wisata, rasa capek bakal lebur dalam rimbunnya taman perhutani.

Melangkahkan kaki menyusuri segi timur, lihat sebagian ekor monyet yang berloncatan serta berayun di dahan, nikmati kicau burung di jalur berbatu susun serta tangga berundak di jalan menanjak sejauh 900 mtr. ; mungkin saja bakal sedikit melelahkan, namun panorama Gunung Merapi di waktu cuaca cerah dari Bukit Pronojiwo, bakal menukar rasa capek dengan kekaguman. Pada perjalanan ke puncak Pronojiwo, YogYES pernah adu lari dengan seseorang turis asing asal Inggris bernama Nick (47 th.). Walau memenangkan adu lari, namun perasaan menyatu dengan situasi alamlah yang paling membahagiakan. Air minum yang di jual oleh wanita penjual minuman di puncak Pronojiwo dapat melepas rasa dahaga sembari nikmati Merapi yang berdiri tegak di dalam rimbunnya hamparan hijau. Sehari-hari libur, Merapi dapat dipandang lewat teropong yang disewakan.

Sesampainya kembali di tempat taman bermain, bersantailah sesaat di Tlogo Muncar. Meredakan letih sembari nikmati air yang terjun di sela-sela bebatuan. Umumnya air bakal mengalir dengan deras di musim penghujan.
Bila mau nikmati panorama Kaliurang, beberapa pengunjung dapat berkeliling memakai kereta kelinci yang di kenal dengan arti sepoer. Kendaraan ini umum mangkal di depan taman wisata yang dipenuhi dengan kios-kios penjual makanan. Jalur yang dilaluinya mengelilingi lokasi wisata Kaliurang dari timur ke barat. Melalui gardu pandang yang terdapat di samping barat, Merapi bakal tampak terang saat cuaca cerah.

Apabila mau rasakan sejuknya angin serta heningnya malam di Kaliurang, beragam villa, bungalow, pesanggrahan atau pondok wisata dapat jadi pilihan. Tarifnya juga bermacam, dari mulai yang 25 beberapa ribu sampai 200 beberapa ribu. Sebagian penginapan yang dapat anda nikmati, diantaranya : Bukit Surya, Puri Indah Inn (bintang 3), Wisma Sejahtera, dan lain-lain.
Saat sebelum pulang yakinkan untuk membawa sedikit oleh-oleh yang dijajakan. Dari mulai buah-buahan produksi petani lokal sampai makanan khas yaitu tempe serta tahu bacem dan jadah (makanan yang terbuat dari beras ketan serta parutan kelapa).

Pesona Wisata Gunung Merapi

Kehadiran YogYES di kaki Merapi bertepatan dengan usainya ritual sadranan. Sepanjang sekian hari diadakannya ritual itu base camp ditutup hingga beberapa pendaki tak diperbolehkan transit tetapi dapat segera lakukan pendakian. Hal semacam ini karena base camp Barameru yang juga adalah tempat tinggal Mbah Min disiapkan untuk menjamu beberapa tamu dari dusun tetangga. Kebiasaan sadranan memanglah tidak dapat dilepaskan dari orang-orang lereng Merapi ; ritual ini di gelar tiap-tiap th. mendekati bln. Ramadhan untuk menghormati leluhur, sebagai fasilitas mengikat persaudaraan.

Gunung Merapi yang ada dalam satu garis lurus dengan Keraton Jogja serta Samudera Hindia memegang posisi utama dalam orang-orang Jawa. Hal semacam ini diakui juga sebagai satu trinitas kosmologi yang memiliki jalinan erat keduanya. Merapi juga sebagai api, Laut Selatan perlambang air, sesaat Keraton yaitu penyeimbangnya. Malam ini kami pergi untuk mendaki sang unsur api, Merapi.

Kami mengambil rute pendakian jalur segi Utara, yakni lewat Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Plalangan yaitu dusun paling akhir apabila kita bakal lakukan pendakian lewat jalur Selo. Untuk hingga kesini kita dapat naik angkutan umum dari arah Jogja ke Magelang ; turunlah di Blabak lantas teruskan naik mini bus jurusan Selo. Untuk meraih Base Camp Barameru (Mbah Min) kita mesti jalan kaki melalui jalan aspal menanjak lantaran tidak ada angkutan umum yang melalui kampung ini. Apabila mau lebih gampang kita dapat menyewa mobil untuk mengantar segera sampai base camp, tarifnya seputar Rp 800. 000 untuk mengantar serta menjemput dari Jogja. Sesungguhnya masih tetap ada jalur lain seperti jalur Deles maupun Babadan. Tetapi, rutenya relatif lebih susah hingga jalur Selo jadi favorite beberapa pendaki sampai saat ini. Disamping itu, jalur Selatan lewat Dusun Kaliadem telah tak dapat dilewati pasca erupsi besar th. 2010 silam.

Di base camp kita dapat beristirahat serta menginap, tidak ada tarif baku, sepantasnya saja. YogYES dikenai tarif Rp 35. 000, telah termasuk juga makan 3 jumlah. Pendakian kesempatan ini kami ditemani Gimar, seseorang bapak muda berumur 22 th. yang juga adalah anak bungsu dari Mbah Min. Setiap harinya Gimar yaitu petani serta penjaga pos pendaftaran pendakian. Apabila ada pendaki yang butuh bantuannya, Gimar dapat jadi porter maupun guide. Bila membutuhkan, berikan saja pada Mbah Min, jadi beliau bakal mencarikannya. Tarif untuk porter sekitar Rp 125. 000 sesaat untuk guide Rp 300. 000. Siapkan air seperlunya lantaran kita tidak bakal menjumpai mata air sepanjang perjalanan sampai ke puncak. Janganlah lupa membawa jaket apabila tidak mau membeku disergap dingin hawa gunung.

Lama perjalanan normal mendaki Merapi sampai puncak seputar 5-6 jam. Empat sampai lima jam pertama di habiskan melalui base camp sampai pos 3 atau Pasar Bubrah, setelah itu perjalanan sepanjang seputar satu jam dari Pasar Bubrah ke puncak. Tetapi kesempatan ini YogYES pergi lebih awal lantaran merencanakan untuk camping serta mencari spot paling baik untuk nikmati sunrise. Jam 19. 30 kami pergi. Perjalanan diawali dengan tanjakan aspal sampai New Selo, setelah itu bertukar dengan jalan setapak melalui ladang tembakau serta kubis punya masyarakat. Sesudah jalan sepanjang lebih kurang 1 jam, gapura selamat datang bakal menyongsong. Seputar sejam perjalanan dari gapura melalui rimba pinus, kita bakal hingga di Pos 1. Dari Pos 1 menuju Pos 2 mengonsumsi saat seputar 1, 5 jam dengan medan terjal yang kuras tenaga. Rute Pos 2 ke Pos 3 atau Pasar Bubrah relatif lebih gampang walau terus dipenuhi batu. Tidak ada penerangan sepanjang perjalanan, jadi yakinkan headlamp dalam keadaan sempurna.

Dalam gelap, bukanlah bermakna tidak ada panorama yang tidak dapat di nikmati. Situasi damai demikian merasa ; sayup-sayup terdengar bunyi gamelan dari acara ketoprak yang di gelar warga, menemani tiap-tiap langkah menapaki kerasnya batu sisa-sisa muntahan kawah. Angin juga tidak ingin ketinggalan dalam pertunjukan, disapanya pohon-pohon supaya turut bertemura, makin menaikkan udara magis Merapi. Waktu berhenti sesaat untuk melepas capek, tampak dibawah awan beberapa ribu lampu seperti kerajaan kunang-kunang. Coba menengadah ke atas, jutaan bintang penuhi langit kelam, seperti taburan serbuk peri yang berkilauan.

Tidak merasa kami nyaris hingga di Pasar Bubrah, tetapi kami berniat tak selekasnya mendatanginya. Kami putuskan untuk membangun tenda dibalik suatu batu besar untuk berlindung dari kencangnya angin malam itu. Dari tempat mengadakan tenda ini, panorama rupawan yang sudah kami cicipi tadi dapat lebih senang di nikmati. Seakan ada didunia lain saat dibawah kaki tampak beberapa ribu lampu kota, sedang mendongak ke atas beberapa penghuni galaksi Bima Sakti terlihat terang.

Waktu mentari datang besok paginya, seluruhnya beralih. Gemerlap bintang digantikan sinar keemasan nampak dari balik Gunung Lawu di segi Timur, bikin tanah yang kami pijak bak permadani bersulam benang emas dari Persia. Gunung Merbabu dengan tenang duduk di segi Utara, sesaat tiga bersaudara Gunung Slamet, Sumbing, serta Sindoro masih tetap sedikit tertutup kabut di samping Barat seperti komplek piramida Giza di Mesir. Nikmati situasi Merapi seperti ini seakan mempertanyakan keganasannya yang legendaris, sesaat lupa bahwa gunung ini pernah menelan beberapa ribu nyawa, mengubur peradaban, mengusir Kerajaan Mataram Kuno sampai ke Timur Pulau Jawa.

Saat ini waktunya meneruskan perjalanan ke puncak, melalui Pasar Bubrah yang 8000 th. silam yaitu kawah Merapi. Rute penuh pasir serta batu jadi pilihan hanya satu, tidak ada jalan lain. Pasir serta kerikil tidak cukup kuat menahan pijakan, menarik kaki untuk terus menerus turun. Magma beku dari erupsi paling akhir juga masih tetap terlampau labil sampai mesti ekstra hati-hati pilih batu yang pas, memaksa kita mesti merangkak untuk dapat maju selangkah untuk selangkah. Sesudah seputar 1 jam, bau belerang hampiri hidung kami. Berdiri di bibir kawah dari gunung paling aktif di negeri ini pasti suatu pengalaman tidak terlupa, 2914 mtr. tingginya dari permukaan laut. Panorama dari sini tidak kalah spektakuler, hingga perjalanan penuh perjuangan terasanya tidak berbekas, hilang tak tahu ditelan siapa. Kami telah di puncak Merapi.

Puncak Merapi ini dapat adalah spot favorite beberapa pendaki untuk nikmati sunrise. Cuma saja, tempat yang sempit serta curam menyusahkan beberapa pemburu gambar untuk dapat berpindah-pindah mencari pojok paling baik, terlebih untuk menempatkan tripod. Saat sebelum siang datang, kami selekasnya turun. Perjalanan pulang ke base camp mengonsumsi saat seputar 4 jam. Disinari sinar matahari, tampak tempat masyarakat di lereng gunung. Lokasi ini yaitu daerah subur karena abu vulkanik yang teratur dikeluarkan kawah Merapi. Sebenarnya Merapi tidak pernah geram ; dia cuma menyeimbangkan diri, membagi apa yang dipunyainya untuk alam di sekelilingnya.

Wisata Gua Jomblang

Gua Jomblang adalah salah satu gua dari beberapa ratus kompleks gua Gunungkidul yang populer lantaran kekhasan serta keindahannya yg tidak terbantahkan. Pada th. 2011, Gua Jomblang jadikan tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika. Terdapat di rentangan perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah ; sampai lokasi karst Pegunungan Sewu, Pacitan, Jawa Timur ; gua vertikal yang bertipe collapse doline ini terbentuk disebabkan sistem geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke basic bumi yang berlangsung beberapa ribu th. lantas. Robohan ini membuat sinkhole atau sumuran yang dalam bhs Jawa di kenal dengan arti luweng. Karenanya gua yang mempunyai luas mulut gua seputar 50 mtr. ini kerap dimaksud dengan nama Luweng Jomblang.
Untuk masuk Gua Jomblang dibutuhkan kekuatan tehnik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karenanya, siapa saja yang akan caving di Jomblang harus memakai peralatan spesial yang sesuai sama standard kemanan caving di gua vertikal serta mesti didampingi oleh penelusur gua yang telah memiliki pengalaman. Berbarengan rekan-rekan caver dari Jomblang Resort, YogYES juga berusaha untuk caving di gua yang eksotik ini. Sesudah menggunakan coverall, sepatu boot, helm, serta headlamp, seseorang pemandu juga memasangkan SRT set di badan YogYES sembari menuturkan nama serta fungsinya semasing. SRT set itu terbagi dalam seat harness, chest harness, ascender/croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, dan cowstail pendek.

Petuangan menuju kedalaman perut bumi juga diawali dengan jalan meninggalkan basecamp menuju bibir gua yang telah disediakan juga sebagai lintasan. Terdapat banyak lintasan di Gua Jomblang dengan ketinggian bermacam mulai 40 sampai 80 mtr.. Berhubung ini baru pertama kalinya YogYES menuruni gua vertikal jadi lintasan yang diambil adalah lintasan terpendek yang di kenal dengan jalur VIP. 15 mtr. pertama dari teras VIP ini adalah slope yang yang masih tetap dapat ditapaki oleh kaki. Kemudian dilanjutkan menuruni tali selama lebih kurang 20 mtr. untuk hingga di basic gua. Rasa kuatir yang pernah hinggap waktu melayang di hawa segera menghilang demikian menjejakkan kaki kembali diatas tanah.

Panorama yang ada di depan mata mengundang decak mengagumi akan. Bila diatas sejauh mata melihat cuma bakal menjumpai perbukitan karst serta jati yang meranggas, jadi di perut Gua Jomblang terhampar panorama hijaunya rimba yang sangatlah subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, sampai pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Rimba dengan vegetasi yang jauh tidak sama dengan keadaan diatas ini kerap di kenal dengan nama rimba purba. Mulai sejak sistem robohnya tanah ke bawah, vegetasi ini selalu hidup serta berkembang biak sampai sekarang ini.

Luweng Grubug, Sinar Surga yang Kasat Mata

Penelusuran gua kesempatan ini tak berhenti di Jomblang, tetapi dilanjutkan menuju Luweng Grubung dengan masuk suatu entrance (mulut gua) yang memiliki ukuran sangatlah besar. Jomblang & Grubug dikaitkan dengan suatu lorong selama 300 mtr.. Aneka ornament cantik ikut menghiasi lorong ini, seperti batu kristal, stalaktit, dan stalagmit yang indah. Tidak berapakah lama jalan terdengar nada gemuruh aliran sungai serta seberkas sinar jelas di dalam kegelapan. YogYES juga mempercepat langkah manfaat lihat apa yang ada di depan.

Suatu mahakarya Sang Pencipta yang sungguh mempesona terpampang dihadapan. Sungai bawah tanah yang masih tetap satu system dengan Kalisuci mengalir dengan deras. Cahaya matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 mtr. membuat satu tiang sinar, menyinari flowstone yang indah dan kedalaman gua yang gulita. Air yang menetes dari ketinggian ikut membuat cantik panorama. Sebentar YogYES tak dapat berbicara, cuma ada perasaan takjub serta kagum. Pada akhirnya dengan mata kepala sendiri YogYES dapat melihat lukisan alam yang di kenal dengan arti sinar surga.

Wisata Gua Kiskendo

Mata kami saat itu juga terpana oleh panorama relief yang terpahat pada tebing-tebing batu di seputar pintu masuk gua. Ukuran relief yang besar serta terbangun membuatnya makin riil. Tiap-tiap fragmen yang terpahat melemparkan saya pada Ramayana, suatu epos paling legendaris didunia, cerita perebutan Dewi Shinta pada Rama serta Rahwana.

Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa semula persekutuan Rama serta kerajaan kera tidak dapat dilepaskan dari cerita pertempuran yang tidak kalah sengitnya, yakni pertempuran pada Mahesasura serta Lembusuro melawan Subali manusia kera. Jadi di Goa inilah kita bakal menelusuri kisahnya. Tidak seperti umumnya gua yang cuma dapat di nikmati keelokannya, Gua Kiskendo tawarkan dua hal, suatu cerita sekalian keindahan.

Masuk mulut gua kita bakal disambut oleh beberapa puluh sarang laba-laba yang melekat di bibir gua. Sesaat akar pohon-pohon sama-sama berkait di teras. Matahari yang garang perlahan-lahan makin tidak bernyali ikuti kami yang mulai menuruni dinginnya undak-undakan. Makin lama makin gelap sampai jelas cuma dapat diperoleh dari headlamp yang mulai kami nyalakan. Selama jalur penelusuran ini sudah dialasi beton hingga tidak mesti jadi seseorang caver profesional apabila mau menelusurinya. Walau demikian tetesan air dari stalagtit yang membuat lubang-lubang kecil dan udara dingin bikin penelusuran kesempatan ini tidak kalah mendebarkan.

Goa tengah sepi, cuma kami berdua serta seseorang guide yang dengan setia menceritakan tiap-tiap lorong gua yang konon yaitu istana dari kakak beradik berkepala kerbau serta sapi sekalian medan pertempurannya melawan Subali. Saat itu juga saya memikirkan bagaimanakah pertempuran itu berlangsung, bagaimanakah kekhawatiran Sugriwa yang menanti dengan kuatir keselamatan kakaknya yang tengah bertempur dengan kakak beradik Mahesasura serta Lembusuro didalam gua. Juga waktu lihat suatu lubang besar menuju langit diatas kepala, saya seakan betul-betul tengah lihat drama kepanikan Subali yang terkurung karena pintu masuk yang tertutup batu hingga mesti menjebol langit-langit gua untuk dapat keluar.

Keseluruhan ada 9 tempat pertapaan yang ada disana, semasing yaitu Pertapaan Tledek, Kusuman, Padasan, Santri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, Seterbang, serta Sekandang. Di tengah-tengah gua, dekat suatu ruang yang sama dengan aula kecil, ada gentong diisi air. Air yang datang dari tetesan stalagtit itu dapat kita minum untuk melepas dahaga sesudah menelusuri tiap-tiap lorong gua sejauh seputar 1 km.

Menelusuri Gua Kiskendo sudah bikin saya seakan tengah melihat pementasan teater dengan artistik suatu karya masterpiece garapan seseorang seniman. Sesaat relief yang terpahat indah di sekelilingnya sama prosa yang dibacakan dengan nada merdu nan berat oleh seseorang narator. Pandangan perlahan-lahan makin jelas, matahari kembali benderang. Pementasan sudah selesai.  Mata kami saat itu juga terpana oleh panorama relief yang terpahat pada tebing-tebing batu di seputar pintu masuk gua. Ukuran relief yang besar serta terbangun membuatnya makin riil. Tiap-tiap fragmen yang terpahat melemparkan saya pada Ramayana, suatu epos paling legendaris didunia, cerita perebutan Dewi Shinta pada Rama serta Rahwana.

Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa semula persekutuan Rama serta kerajaan kera tidak dapat dilepaskan dari cerita pertempuran yang tidak kalah sengitnya, yakni pertempuran pada Mahesasura serta Lembusuro melawan Subali manusia kera. Jadi di Goa inilah kita bakal menelusuri kisahnya. Tidak seperti umumnya gua yang cuma dapat di nikmati keelokannya, Gua Kiskendo tawarkan dua hal, suatu cerita sekalian keindahan.

Masuk mulut gua kita bakal disambut oleh beberapa puluh sarang laba-laba yang melekat di bibir gua. Sesaat akar pohon-pohon sama-sama berkait di teras. Matahari yang garang perlahan-lahan makin tidak bernyali ikuti kami yang mulai menuruni dinginnya undak-undakan. Makin lama makin gelap sampai jelas cuma dapat diperoleh dari headlamp yang mulai kami nyalakan. Selama jalur penelusuran ini sudah dialasi beton hingga tidak mesti jadi seseorang caver profesional apabila mau menelusurinya. Walau demikian tetesan air dari stalagtit yang membuat lubang-lubang kecil dan udara dingin bikin penelusuran kesempatan ini tidak kalah mendebarkan.

Goa tengah sepi, cuma kami berdua serta seseorang guide yang dengan setia menceritakan tiap-tiap lorong gua yang konon yaitu istana dari kakak beradik berkepala kerbau serta sapi sekalian medan pertempurannya melawan Subali. Saat itu juga saya memikirkan bagaimanakah pertempuran itu berlangsung, bagaimanakah kekhawatiran Sugriwa yang menanti dengan kuatir keselamatan kakaknya yang tengah bertempur dengan kakak beradik Mahesasura serta Lembusuro didalam gua. Juga waktu lihat suatu lubang besar menuju langit diatas kepala, saya seakan betul-betul tengah lihat drama kepanikan Subali yang terkurung karena pintu masuk yang tertutup batu hingga mesti menjebol langit-langit gua untuk dapat keluar.

Keseluruhan ada 9 website pertapaan yang ada disana, semasing yaitu Pertapaan Tledek, Kusuman, Padasan, Santri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, Seterbang, serta Sekandang. Di tengah-tengah gua, dekat suatu ruang yang sama dengan aula kecil, ada gentong diisi air. Air yang datang dari tetesan stalagtit itu dapat kita minum untuk melepas dahaga sesudah menelusuri tiap-tiap lorong gua sejauh seputar 1 km.

Menelusuri Gua Kiskendo sudah bikin saya seakan tengah melihat pementasan teater dengan artistik suatu karya masterpiece garapan seseorang seniman. Sesaat relief yang terpahat indah di sekelilingnya sama prosa yang dibacakan dengan nada merdu nan berat oleh seseorang narator. Pandangan perlahan-lahan makin jelas, matahari kembali benderang. Pementasan sudah selesai.

Air Terjun Sri Gethuk

Terdapat diantara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk senantiasa mengalir tanpa ada mengetahui musim. Gemuruhnya jadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang populer kering.

Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentu tidak dapat dipungkiri lagi. Grand Canyon adalah bentukan alam berbentuk jurang serta tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon lalu diplesetkan jadi Green Canyon untuk menyebutkan object wisata di Jawa Barat yang nyaris sama, yaitu aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul juga sebagai daerah yang kerap diibaratkan juga sebagai lokasi kering serta tandus nyatanya juga menaruh keindahan sama, yaitu hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tidak pernah berhenti mengalir di tiap-tiap musim. Air terjun itu di kenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

Terdapat di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk jadi salah satu spot wisata yang sayang untuk ditinggalkan. Untuk meraih tempat ini Anda mesti naik kendaraan melalui areal rimba kayu putih punya PERHUTANI dengan keadaan jalan yang beragam dari mulai aspal bagus sampai jalan makadam. Masuk Dusun Menggoran, tanaman kayu putih bertukar dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berperan juga sebagai tempat parkir, ada dua pilihan jalan untuk meraih air terjun. Pilihan pertama yaitu menyusuri jalan setapak dengan panorama sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedang pilihan ke-2 yaitu naik melawan arus Sungai Oya. Sudah pasti YogYES pilih untuk naik rakit simpel yang terbuat dari drum sisa serta papan.

Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk juga diawali waktu mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya tampak demikian hijau serta tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Nada rakit yang melaju melawan arus sungai mengungkap keheningan pagi. Sambil mengatur laju rakit, seseorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasar pada cerita yang dipercayai orang-orang, air terjun itu adalah area untuk menyimpan kethuk yang disebut salah satu instrumen gamelan punya Jin Anggo Meduro. Oleh karenanya dimaksud dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat spesifik orang-orang Dukuh Menggoran masih tetap kerap mendengar nada gamelan mengalun dari arah air terjun.

Tidak berapakah lama menaiki rakit, nada gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menunggu di depan mata. Bebatuan yang indah dibawah air terjun membuat undak-undakan laksana tepian kolam renang elegan, memanggil siapapun untuk bermain didalam air. YogYES juga turun dari rakit serta melompati bebatuan untuk hingga dibawah air terjun serta mandi di bawahnya. Kesempatan ini terasa seperti ada di negeri antah berantah dimana air mengalir demikian melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke semua badan, air mengalir di mana-mana. Seseorang kawan mendadak berteriak ” Ada pelangi! “. Waktu menengadah, selengkung bianglala nan menakjubkan menghiasi air terjun. Sebentar YogYES terasa jadi bidadari yang berselendangkan pelangi.